Optimalisasi Potensi, Menuju Pelajar Madani

Oleh: Mazroatul Khoiroh Ummah (Kader IPM SMA MUH1BA 2019)

            Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna diantara kesempurnaan yang lainnya, Allah berikan hati dan fikiran kepada manusia. Hal ini yang menjadikan manusia memiliki derajat yang lebih tinggi diantara seluruh ciptaan Allah. Yang perlu menjadi perenungan bersama ialah Allah tidak membiarkan hambanya hanya memiliki hati dan fikiran, tapi juga disertakan potensi. Setiap manusia yang ada dimuka bumi ini memiliki potensi yang berbeda-beda diantara yang lainnya, potensi inilah yang harus dijaga, dirawat dan dikembangkan untuk mewujudkan potensi yang lebih baik diantara yang terbaik.

            Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan potensi adalah kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan; kekuatan; kesanggupan; daya. Dari definisi tersebut, secara tersirat bisa diartikan potensi bisa jadi tidak mengarah pada hal yang positif jikalau tidak diarahkan dengan tepat. Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa sejatinya potensi pada setiap individu sudah ada, tinggal individu tersebut apakah mampu mendidik, melatih dan mewujudkan potensi-potensi yang sudah ada? Ini menjadi pertanyaan besar pada diri kita.

            Sebuah potensi akan menjadi prestasi tatkala kita mampu mengasah potensi yang sudah kita miliki dalam kehidupan sehari hari. Hari ini banyak orang yang memiliki potensi yang luar biasa akan tetapi orang tersebut tidak diterima dalam kehidupan sehari hari dikarenakan tidak bisa memposisikan dirinya menjadi manusia seperti yang diterangkan dalam Al Qur’an.

            Pada hakikatnya sebuah potensi akan dan selalu berdampak positif serta bermanfaat bagi orang lain, akan tetapi yang terjadi pada era digital dan serba modern saat ini  potensi tersebut disalahgunakan untuk merendahkan orang lain, bullying, rasisme, korupsi dan hal-hal negatif yang lain. banyak dari mereka melakukan hal-hal negatif tersebut dikarenakan tidak adanya wadah untuk memfasilitasi potensi yang sudah dimiliki.

            Melihat permasalahan seperti itu, SMA Muhammadiyah 1 Babat sebagai sekolah Muhammadiyah tertua di Lamongan yang sudah memiliki ratusan alumni yang sukses di birokrasi mulai dari tingkat bawah sampai atas, serta telah menelurkan banyak pengusaha dan juga alumni yang mahir di bidangnya berinisiatif menyelenggarakan sebuah acara Gebyar Muh1Ba guna mengoptimalisasikan potensi yang dimiliki agar dapat menjadi pelajar madani.

            Dawam Rahardjo (ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia 1995-2000) mendefinisikan masyarakat madani sebagai proses penciptaan peradaban yang mengacu kepada nilai-nilai kebijakan bersama. Dawam menjelaskan, dasar utama dari masyarakat madani adalah persatuan dan integrasi sosial yang didasarkan pada suatu pedoman hidup, menghindarkan diri dari konflik dan permusuhan yang menyebabkan perpecahan dan hidup dalam suatu persaudaraan. Masyarakat Madani pada prinsipnya memiliki multimakna, yaitu masyarakat yang demokratis, menjunjung tinggi etika dan moralitas, transparan, toleransi, berpotensi, aspiratif, bermotivasi, berpartisipasi, konsisten memiliki bandingan, mampu berkoordinasi, sederhana, sinkron, integral, mengakui, emansipasi, dan hak asasi, namun yang paling dominan adalah masyarakat yang demokratis.

            Harapan besar dari SMA Muhammadiyah 1 Babat selaku penyelenggara Gebyar Muh1Ba adalah dapat memfasilitasi, mewadahi, mengarahkan potensi ratusan siswa dari SMP/MTs se Karesidenan Bojonegoro agar potensi tersebut berdampak positif dan menjadi seorang pelajar madani.

Selamat datang di SMA Muhammadiyah 1 Babat, selamat mengimpementasikan potensi, semoga menjadi pelajar madani..

2 Balasan untuk “Optimalisasi Potensi, Menuju Pelajar Madani”

  1. Terimakasih kader Ikatan Tercinta. Semoga Allah Senantiasa Mengiringi setiap Gerak Langkah Perjuangan Kita. Mas/Mbak : 18/19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *