Pengabdianmu Nan Tulus

Hari ini saya merenung kembali, tentang proses pembentukan jati diri sebagai pelajar yang sangat berkaitan dengan ilmu, terutama kepada guru yang dikenal sebagai pahlawan tanda jasa.

Aku membayangkan sejuknya subuh yang tak membekukan gairahnya untuk pergi mengajar. Teriknya sang surya tak melunturkan semangat untuk memberikan ilmunya. Bahkan hujan malam hari tak menghentikan langkahnya.

Ketulusannya tak ada duanya, meskipun rintangan ada di depannya.Rupanya guruku ya pahlawanku. Selalu mencurahkan waktu dan tenaga demi tugasnya sembari bercengkrama dengan anak didiknya. Sampai-sampai tak terasa, ternyata guruku memang luar biasa.

Akhirnya aku mengambil kesimpulan bahwa perjuangaanmu tidak sia-sia. Untuk pengabdian besar yang engkau berikan, sungguh aku ucapkan terimakasih banyak. Engkau benar-benar pahlawan tanda tanda jasa. Tentu saya tidak akan lupa akan jasamu.

Namamu akan tetap hidup dalam sanubariku. Semua baktimu akan kuukir di hati agar selalu membekas. Memang benar juga, engkau laksana embun penyejuk yang menyegarkan ketika berada dalam kehausan.

Terimakasih Bapak / Ibu, atas segalanya.

Selamat Hari Guru Nasional

Oleh:
Runi (Siswi Kelas X MIPA)

Menjadi Kader Haqiqi

Mengabdi dan menjadi bagian dari Muhammadiyah adalah panggilan hati yang terdalam, tidak ada yang memaksa atau membuat diri terpaksa. Semua dijalani dengan ikhlas dan bahagia.

Muhammadiyah didirikan untuk umat dan bangsa, yang sampai hari ini telah berdiri selama 108 tahun. Salah satu bentuk pengabdiannya berupabamal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, atau di bidang lain pada umumnya. Amal usaha itu pun tidak dikhususkan untuk warga Muhammadiyah saja, tetapi siapapun boleh menjadi bagian darinya.

Tidak pernah ada karyawan rumah sakit muhammadiyah yang menanyakan pasiennya tentang agama/organisasi. Di bidang pendidikan tidak bertanya siswa / mahasiswa ini tentang agama atau organisasinya.

Tepat di hari ulang tahun Muhammadyah yang ke 108 ini, sebagai pelajar Muhammadiyah harus bisa merancang apa yang harus dilakukan agar dapat memahami amal usaha Muhammadiyah itu.

Mengapa harus demikian? Karena sebagai Kader IPM yang tergabung di Angkatan Muda Muhammadiyah harus mempunyai tekad yang kuat untuk mengemban visi dakwah yang telah menjadi salah satu identitas Muhammadiyah.

Maka dari itu, sebagai kader yang menjadi pelopor, pelangsung, dan penyempurna amanah harus memiliki: Karakter, memposisikan diri menjadi teladan, bersungguh-sungguh, dan mengembangkan diri di bidang keilmuan yang sesuai dengan kemampuannya.

Sebagai kader penerus perjuangan persyarikatan, marilah bersama sama belajar di wadah Ikatan Pelajar Muhammadiyah ini agar bisa intens beramar makruf nahi munkar.

Semoga dengan peringatan berdirinya Muhammadiyah yang ke-108 ini mampu mengembangkan diri di bidang keilmuan yang dimiliki. Sehingga kita benar benar dapat menjadi kader yang haqiqi.

“Billahi fii sabililhaq fastabiqul khairat”

Bersama Allah di jalan kebenaran, mari berlomba-lomba dalam kebaikan.

Oleh:
Jessy Nora Sandy (Kader IPM MUH1BA 2020)