Fortasi Kenalkan Sejarah dan Nilai Perjuangan IPM, Wujudkan Kader Pelajar Berkemajuan
Kegiatan Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) SMA Muhammadiyah 1 Babat menghadirkan materi ke-IPM-an sebagai langkah awal dalam mengenalkan nilai perjuangan dan jati diri Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) kepada peserta didik baru. Materi tersebut disampaikan oleh As’ad Fauzuddin Khunaifi selaku Sekretaris Umum Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Lamongan, bertempat di Aula SMA Muhammadiyah 1 Babat pada Senin, 13 Juli 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tersebut bertujuan memberikan pemahaman awal kepada peserta mengenai identitas IPM sebagai organisasi pelajar Muhammadiyah. Melalui materi ke-IPM-an, peserta diajak memahami bahwa IPM bukan hanya sebuah organisasi, tetapi juga wadah pembinaan kader yang memiliki semangat keilmuan, keislaman, dan kepemimpinan.
Dalam penyampaiannya, As’ad menjelaskan bahwa FORTASI memiliki peran penting sebagai pintu awal dalam mengenalkan nilai-nilai IPM kepada generasi pelajar. Menurutnya, kader IPM harus mampu menjadi pelajar yang memiliki ilmu, akhlak, serta keterampilan sebagaimana tujuan IPM yang tercantum dalam Anggaran Dasar (AD) IPM Pasal 6, yaitu terbentuknya pelajar muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan terampil dalam rangka menegakkan serta menjunjung tinggi nilai-nilai Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
“IPM bukan hanya tempat untuk berorganisasi, tetapi tempat untuk menempa diri menjadi pelajar yang memiliki ilmu, karakter, dan kepedulian terhadap perubahan zaman. Seorang kader IPM harus mampu menjadi pelopor, pelangsung, dan penyempurna perjuangan,” ujar As’ad dalam penyampaian materinya.
Dalam kesempatan tersebut, As’ad juga mengenalkan sejarah panjang perjalanan IPM dari masa ke masa. Ia menjelaskan bahwa IPM lahir sebagai bentuk perhatian Muhammadiyah terhadap dunia pelajar dengan tujuan membina generasi muda agar memiliki pemahaman Islam yang kuat serta mampu menjadi penerus perjuangan bangsa dan umat.
Perjalanan IPM menunjukkan semangat adaptasi dan perjuangan yang terus berkembang sesuai kebutuhan zaman. Dari masa berdiri hingga saat ini, IPM terus mempertahankan nilai dasar perjuangannya sebagai organisasi yang bergerak dalam bidang dakwah, keilmuan, dan pengkaderan pelajar.
“Sejarah IPM mengajarkan kepada kita bahwa sebuah organisasi tidak akan besar karena namanya, tetapi karena perjuangan kader-kadernya. IPM akan terus hidup selama masih ada pelajar yang mau belajar, bergerak, dan memberikan manfaat,” tambah As’ad.
Selain membahas sejarah organisasi, peserta juga dikenalkan dengan semboyan IPM “Nuun Wal Qolami Wa Maa Yasthurun” yang memiliki makna tentang pentingnya ilmu pengetahuan, budaya membaca, serta semangat menulis sebagai identitas pelajar Muhammadiyah. Semboyan tersebut menjadi pengingat bahwa kader IPM harus dekat dengan ilmu dan menjadikan pena sebagai salah satu alat perjuangan.
Lebih lanjut, peserta juga diperkenalkan dengan struktur organisasi IPM secara singkat. IPM memiliki tingkatan kepemimpinan mulai dari Pimpinan Pusat (PP IPM), Pimpinan Wilayah (PW IPM), Pimpinan Daerah (PD IPM), Pimpinan Cabang (PC IPM), hingga Pimpinan Ranting (PR IPM) yang berada di tingkat sekolah. Struktur tersebut menjadi sistem kaderisasi agar gerakan IPM dapat berjalan secara terarah dan berkelanjutan.
Dalam materi tersebut, peserta juga dikenalkan dengan filosofi logo IPM. Lambang IPM memiliki makna perjuangan dan identitas organisasi, di antaranya matahari yang menggambarkan semangat Muhammadiyah sebagai sumber pencerahan, tulisan IPM sebagai identitas gerakan pelajar, serta warna-warna pada lambang yang mencerminkan nilai keislaman, kesucian, dan semangat perjuangan kader.
Melalui materi ke-IPM-an dalam kegiatan FORTASI ini, peserta didik baru SMA Muhammadiyah 1 Babat diharapkan mampu mengenal lebih dekat IPM serta memahami perannya sebagai pelajar Muhammadiyah. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam membentuk generasi pelajar yang memiliki karakter Islami, jiwa kepemimpinan, serta semangat menjadi kader pelopor, pelangsung, dan penyempurna perjuangan.
Lintang Tegar Nurani |
Tim Media MUH1BA |
16 Jul 2026