Launching Antologi Puisi Semarakkan Pembukaan XXVII IPM MUH1BA

Program kerja PR IPM MUH1BA periode 2019/2020 akhirnya terlaksana, Musyawarah ranting dengan mengusung tema “Menguatkan Identitas, Mewujudkan Loyalitas dan Kapabilitas Kader” Ini mendatangkan puluhan siswa/siswi perwakilan tiap kelas dan ekstrakurikuler.

Musyran kali ini berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, dikarenakan masih dalam masa pandemi maka panitia harus bekerja ekstra, selain harus mempersiapkan venue Musyran panitia juga harus menerapkan protokol kesehatan, mulai dari check suhu, cuci tangan sampai dengan jaga jarak.

Walaupun tantangan menjalankan agenda di masa pandemi ini lebih ribet dan susah dari biasanya (masa normal), tapi tak membuat para kader MUH1BA patah semangat dan kreatifitas.

Tepat pada prosesi pembukaan yang dibuka kepala sekolah, IPM MUH1BA dibawah naungan bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP) resmi meluncurkan buku antologi puisi dengan judul “Catatan Juang”, buku tersebut berisi kumpulan puisi karya para siswa/siswi SMA MUH1BA.

Sebuah capaian menggembirakan dari IPM MUH1BA, karya ini merupakan jawaban dari kritik yang mengatakan bahwa IPM terlalu berkutat dalam agenda rutinitas tahunan.

Semoga dengan spirit kreatif dan kolaboratif, para kader yang mendapat amanah di Musyran XXVII ini mampu menjawab suara sumbang serta tantangan zaman dengan sebuah karya baru di setiap tahunnya.

Menguatkan Identitas, Mewujudkan Loyalitas dan Kapabilitas Kader

Musyawarah Ranting (Musyran) merupakan permusyawaratan tertinggi di tingkat ranting dan salah satu forum evaluasi satu periode, tabulasi sebuah gagasan, serta pergantian struktural kepemimpinan guna lancarnya kaderisasi disebuah organisasi perkaderan..

Tujuan dengan diadakannya Musyran akan ada semangat baru demi mewujudkan tujuan Ikatan Pelajar Muhammadiyah, yakni “Terbentuknya pelajar Muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan terampil dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai ajaran Islam sehingga terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar sebenarnya”.

Demi terwujudnya tujuan diatas, Musyran kali ini mengambil tema “Menguatkan Identitas, Mewujudkan Loyalitas dan Kapabilitas Kader”

Menguatkan Identitas

Identitas adalah ungkapan nilai-nilai budaya suatu bangsa yang bersifat khas dan membedakannya dengan bangsa yang lain. Kekhasan yang melekat pada sebuah bangsa banyak dikaitkan dengan sebutan “identitas nasional”. Sama halnya dengan Ikatan Pelajar Muhamamdyah SMA Muhammadiyah 1 Babat yang memiliki sebuah identias dan menjadi kultur yang terus diperkuat secara turun temurun, Identitas tersebut ialah Kekeluargaan yang akan menjadi pemersatu utama dan menjadikan IPM Muh1Ba berbeda dan terus berkembang lebih baik di masa depannya.

Loyalitas

Loyalitas. Ini adalah hal kedua yang wajib dimiliki dalam sebuah militansi kader atau dalam sebuah pergerakan. Loyalitas itu adalah sebuah bagian yang tidak mungkin dipisahkan dari pergerakan. Loyalitas itu berkaitan dengan pendirian serta komitmen. Loyalitas itu sangat penting adanya dalam pergerakan itu. Dengan adanya sebuah loyalitas yang dimiliki dalam sebuah militansi kader, maka hal pertama tadi (totalitas) akan semakin kuat adanya. Komitmen keyakinan atau kesetiaan dalam sebuah pergerakan militansi akan memberikan dampak yang secara nyata.

Kapabilitas

Kapabilitas, artinya juga sama dengan Kompetensi, yaitu Kemampuan. Namun pemaknaan kapabilitas tidak sebatas memiliki keterampilan (skill) namun lebih dari itu, yaitu lebih paham secara mendetail sehingga benar benar menguasai kemampuannya dari titik kelemahan hingga cara mengatasinya.

Rencananya Musyran ini akan dilaksanakan pada 23-24 Oktober, konsep Musyran tahun ini sama seperti tahun sebelumnya yang akan menggunakan E Voting sebagai proses pemilihan ketua umumnya.

Harapan besar dari Bayu Aji selaku ketua panitia Musyran bahwa agenda ini bukan sekedar formalitas pergantian kepemimpinan tahunan, tapi didalamnya ada harapan akan sebuah dialektika berupa gagasan dari setiap perwakilan siswa yang nantinya akan memajukan SMA MUH1BA..